Air RO, benarkah yang terbaik??

Air RO, benarkah yang terbaik??

Sekilas di masyarakat ada banyak jenis air minum yang dijual. Mulai dari air minum biasa seperti wedang (es teh,es jeruk), air beroksigen, air bersuplemen, air berkarbonasi  dll. Tinggal kita pilih mana kesukaan kita. Tapi pertanyaannya “apakah air yang kita konsumsi selama ini benar – beanr aman?” Berikut  informasi tentang air yang murni yang sekarang sedang digalakkan.

Air yang berfungsi vital bagi kehidupan. Dan apabila air itu tercemar maka  tak kan berfungsi secara maksimal karena berbagai limbah kemajuan teknologi mencemari air tersebut. Sekarang makin canggih teknologi semakin canggih pula penyebaran penyebab penyakit disekitar kita. Air jernih pun belum tentu menjadi konsumsi yang layak bagi manusia apabila sudah tercemar berbagai logam yang ada di bumi. Total zat padat yang biasa disebut TDS (Total Disolved Solid) itu ternyata menimbulkan berbagai macam keluhan penyakit seperti hipertensi, hipotensi, ambient, gastritis, maag kronis, batu ginjal, gagal ginjal, leukemia dll. karena itulah WHO sebagai organisasi kesehatan dunia mematok criteria air sebagai berikut :

  1. Air ber-TDS : 0 – 50 Ppm termasuk air sehat
  2. Air ber-TDS : 51 – 400 Ppm termasuk air bersih
  3. Air ber-TDS : > 400 Ppm termasuk air kotor

Kebanyakan penduduk di sekitar kita mengkonsumsi air bersih yang sebenarnya hanya layak untuk mandi, cuci dan kakus. Sementara air sehat

layak sekali untuk dikonsumsi baik sebagai air minum, untuk masak dll. Sedangkan air kotor tidak layak untuk menunjang proses kehidupan tetapi hanya bisa dijadikan bahan dasar pemurniaan air. Untuk itulah Reserve Osmosis Water atau lebih popular di masyarakat dengan sebutan air minum ROW adalah satu – satunya mesin teknologi pemurnian air masa kini. Hal ini dibuktikan dengan lulusnya 17 macam pengujian ketat untuk meraih anugrah lencana emas dari Water Quality Association (WQA). Untuk itu mesin teknologi pemurni air semisal Bio Pure RO kini banyak dibutuhkan masyarakat sebagai sarana pendukung utama sehat di masa yang banyak polusi ini.

Indikasi warna – warna zat pencemar pada air dan kemungkinan penyakit yang ditimbulkan :

Air putih yang kita minum sehari – hari belum tentu bebas dari zat pencemar. Saya pernah membuktikan air  yang saya masak sehari – hari kemudian saya taruh di gelas dan saya biarkan beberapa hari. Selang beberapa hari tampak pada air itu warna seperti karat (kekuningan)  dan ada endapan – endapan di dalam air itu. Inilah yang akan menjadikan tubuh kita tidak sehat. Endapan – endapan dari berbagai zat pencemar di luar tubuh kita masuk tanpa control dan mengganggu metabolisme tubuh.

Berikut warna yang ditimbulkan dan zat pencemar yang ada dalam warna tersebut :

  1. Warna hijau seperti lumut :racun pencemarnya adalah cuprum/tembaga dan klorin. Penyakit yang ditimbulkan antara lain : batu ginjal, ginjal bengkak, gagal ginjal, mata, hidung, tenggorokan, syaraf gerak, syaraf berpikit/ingatan, diot dan berbagai macam jenis kanker.
  2. Warna hitam : racun pencemarnya adalah air raksa, plumbum, timah, logam berat, kalsium, magnesium dan seng. Penyakit yang ditimbulkannya antara lain : semua penyakit ginjal, semua penyakit syaraf, leukemia dan hepatitis.
  3. Wana putih : racun pencemarnya adalah alumunium, arsenic, mucilage/getah, asbes. Penyakit yang ditimbulkannya adalah : liver, semua penyakit syaraf, semua penyakit kanker, sakit karena virus, sakit karena bakteri e colli dan clostridium, semua penyakit dalam tubuh yang disebabkan oleh alga, lumut dan jamur
  4. Warna biru : racun pencemarnya adalah alumina sulfat, organic fosfat, racun – racun tumbuhan/pestisida. Penyakit yang ditimbulkan antara lain : ginjal, liver, system syaraf
  5. Warna jingga seperti karat : pencemarnya adalah zat besi (Fe). Penyakit yang ditimbulkan antara lain : prostat, ketedun, maag kronis, gastritis, darah tinggi, darah rendah, jantung koroner, ambient, asam urat, gagal ginjal, diabetes dan glaucoma.

Dari hasil warna – warna yang didapatkan ternyata penyakit yang mendominasi adalah penyakit ginjal dan saluran kencing, penyakit syaraf dan penyakit system peredaran darah manusia. Semua penyakit tersebut tidak langsung mengenai kita, akan tetapi penyakit tersebut akan menyerang kita jika zat – zat racun yang ada dalam tubuh sudah menumpuk dan tidak mampu lagi dikeluarkan oleh tubuh.

Air minum RO memiliki ciri – ciri  jika diminum yaitu :

  1. Tidak berasa : Kondisi tubuh sehat, rongga mulut bersih (tidak terpolusi zat – zat tertentu)
  2. Ada sepetnya : Masih kekurangan air dalam tubuh
  3. Ada pahitnya : sedang sakit/kurang sehat (suhu badan meninggi)
  4. Ada manisnya : Saat gula darah meningkat
  5. Asin : Flu/pilek
  6. Agak getir : Baru meroko (ada nikotin dalam rongga mulut)

Selain sebagai indicator air tercemar atau tidak, Air minum RO (Reserve Osmosis) dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Selain penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran zat – zat racun di atas masih ada penyakit lain yang dapat disembuhkan, antara lain : sakit kepala, rematik, lumpuh, asam urat, mencret, disentri, kegemukan, batuk, asma, pusing, bronchitis, TBC, radang otak dll.

Cara terapi air minum RO ini cukup mudah yaitu dengan minum air sehari 2 Liter atau setara dengan 8 gelas sehari. Insyaallah akan membuat tubuh kita menjadi lebih sehat dan bugar.

Sumber : Leaflet Reserve Osmosis Water with Bio Pure ROW

Perihal Wahyu Budi Utomo
Saya adalah orang solo. Orang bilang Solo kota batik. Yah..emang tepat. Rumahq juga ada di sentra industri batik. Di Laweyan tepatnya. Rumahq juga dulu dipake bwt batik. Tp berhubung nasib g beruntung, akhirnya skg jadi rmh biasa yg dihuni keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: